8 Tips Membuka Bisnis Baru

Banyak orang yang bermimpi menjadi pebisnis, namun tidak semua orang punya apa yang dibutuhkan untuk menjadi pebisnis. Bahkan untuk memulai membangun kerajaan bisnis saja, tidak semua orang punya keberanian untuk melakukannya. Ada yang beralasan tidak tahu mau memulai dari mana. Ada juga yang tidak berani melakukannya karena belum punya modal. Yang lain mungkin berkata kalau resiko memulai suatu bisnis terlalu besar. Beberapa orang lainnya hanya ingin berbisnis karena tergiur melihat kehidupan pebisnis, namun mundur karena menghadapi tantangan.

background-chain-colors-929245

Tidak salah juga, karena setiap orang memiliki pertimbangannya sendiri terhadap resiko yang akan dihadapi. Namun, jika kamu sudah bertekad akan menghadapi tantangan-tantangan di dunia bisnis, tidak ada salahnya mencoba melangkahkan kakimu. Untuk kamu yang ingin memulai, iSeller ingin membagikan beberapa tips untuk memulai bisnis baru. Yuk, disimak!

1. Tentukan tipe bisnis dan apa yang ingin kamu jual

woman-hand-desk-office

Tipe bisnis itu ada bermacam-macam. Mulai dari ekspress, fnb, jasa, retail dan masih banyak lagi. Beda tipe bisnis, beda juga cara menjalankannya. Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menentukan bisnis apa yang akan kamu bangun. Apakah kamu ingin membangun sebuah restaurant atau rumah makan? Atau kamu ingin memiliki gerai retail yang menjual barang-barang buatan tangan? Apapun bisa, selama kamu tahu betul bidang apa yang akan kamu jalankan dan apa yang ingin kamu jual. Sebisa mungkin jangan menjual sesuatu yang sudah mainstream karena saingan akan sangat banyak. Tawarkan sesuatu yang unik dan baru, sesuatu yang hanya bisa ditemukan di toko kamu.

2. Cari informasi sebanyak-banyaknya

pexels-photo-461077

Setelah kamu menentukan apa yang ingin kamu jalankan, mulai cari informasi sebanyak-banyaknya. Jangan memasuki medan yang tidak kamu ketahui, kecuali kalau kamu memang punya keberanian untuk menghadapi resiko apapun yang ada di depan mata. Kalau kamu belum siap, lebih baik kamu mencari tahu dulu seluk beluk dunia bisnis yang akan kamu jalani. Salah satu yang bisa kamu cari tahu adalah pengalaman pebisnis di bidang yang sama. Karena hanya dari mereka yang pernah menjalanilah kamu bisa mendapatkan tips-tips praktikal yang mungkin tidak ada di internet.

3. Tentukan target konsumen

Groups of multicolored wooden people and businessman. The concept of market segmentation. Target audience, customer care. Market group of buyers. Customer relationship management. Selective focus

Siapa konsumen kamu? Anak muda atau orang tua? Setelah kamu tahu apa yang ingin kamu lakukan, saatnya menentukan arah bisnis kamu sesuai dengan target konsumen. Setiap orang pastinya memiliki selera dan pandangan yang berbeda-beda, sehingga pengemasan produk atau jasa, pelayanan, desain toko dan strategi marketing pastinya bergantung pada siapa target kamu. Tentukan siapa yang ingin kamu raih, mulai dari umur, jenis kelamin, pekerjaan, lokasi tempat tinggal, minat dan masih banyak lagi faktor yang perlu kamu pertimbangkan.

4. Konsepkan detail bisnis kamu

pexels-photo-212286

Kalau kamu sudah tahu apa yang ingin kamu jual, tipe bisnis kamu dan target konsumen kamu, sekarang saatnya kamu mengonsepkan bisnis kamu secara lebih detil. Pikirkan dimana kamu akan mulai berjualan, apakah secara online atau dengan membuka gerai atau toko. Lalu, vendor yang akan kamu gunakan untuk produksi barang atau jasa kamu, bagaimana proses bisnis yang akan kamu jalankan, sistem penjualan dan administrasi yang akan kamu gunakan dan masih banyak detail yang perlu kamu konsepkan. Untuk apa sih? Ini berguna agar kamu bisa lebih matang menentukan apa yang kamu butuhkan untuk bisnis kamu dan langkah-langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Sebagai contoh, jika kamu ingin membangun sebuah toko kerajinan tangan. Kamu mungkin ingin membangun tidak hanya toko offline, namun juga online. Pikirkan bagaimana sistem penjualannya, agar tidak mengganggu alur penjualan masing-masing channel. Salah satu yang bisa kamu terapkan adalah dengan menggunakan sistem POS seperti iSeller yang sudah mendukung penjualan omni-channel. Dengan sistem POS seperti ini, penjualan toko online kamu sudah terintegrasi langsung ke toko offline kamu sehingga tidak perlu lagi menyocokkan data secara manual.

5. Siapkan dana sesuai prioritas kebutuhan

pexels-photo-1028726 (2)

Sekarang kamu sudah tahu apa yang kamu butuhkan untuk bisnis kamu. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan dana atau modal sesuai kebutuhan. Sebagai pebisnis, kamu tentu ingin membangun sebuah bisnis yang besar. Namun sebuah bisnis berskala besar tentunya membutuhkan modal yang besar. Kalau memang modalnya sudah siap, bagus, kamu bisa langsung merealisasikan mimpi kamu. Namun, untuk yang masih memiliki modal terbatas, jangan berkecil hati. Apa yang kamu butuhkan hanyalah kreatifitas dan prioritas.

Kamu harus tahu, apa yang paling kamu butuhkan di bisnis kamu agar bisa berjalan. Karena yang terpenting dari bisnis adalah, jalan saja dulu. Kalau kamu menunggu modal besar agar bisa membangun bisnis impian kamu, kapan jadinya? Lebih baik kamu fokus pada apa yang kamu benar-benar butuhkan terlebih dahulu sambil mengembangkan usaha kamu perlahan-lahan.

6. Tentukan strategi marketing yang tepat

pexels-photo-1040157

Saatnya kamu promosikan bisnis kamu! Buat masyarakat tahu kalau bisnis kamu itu ada dan bahwa kamu menawarkan sesuatu yang masyarakat butuhkan. Perhatikan nilai atau value yang ingin kamu tekankan, sesuatu yang bisa menjadi alasan kenapa customer harus membeli barang atau jasa yang kamu tawarkan. Lalu gunakan value itu untuk mempromosikan bisnis kamu. Caranya banyak, bisa melalui social media, flyering, bahkan bisa menggunakan promosi dari mulut ke mulut. Tetapkan strategi marketing yang paling tepat untuk bisnis kamu dan mulailah mengukir brand kamu di tengah masyarakat.

7. Jalankan bisnis kamu

Businessman get ready on starting on the road.Start line on the highway concept for business planning.

Kamu sudah siap nih sekarang. Perencanaan kamu sudah siap, jadi ayo jalan! Jangan takut, memang benar apa yang kita prediksikan atau rencanakan belum tentu akan berjalan sesuai keinginan. Namun, inilah titik kesenangannya. Menjadi pebisnis itu memang membutuhkan keberanian untuk masuk ke dalam medan perang, dimana resiko kalah akan selalu ada. Tapi fokus pada tujuan kamu, fokus pada keberhasilan dan kemenangan kamu. Kamu bisa saja jatuh, tapi lebih baik jatuh dan bangkit lagi daripada tidak mulai sama sekali yang berarti kalah sebelum berperang!

8. Konsisten dalam kualitas pelayanan dan produk

pexels-photo-1267315 (1)

Selamat, bisnis kamu sudah berjalan. Tapi bukan berarti kamu bisa santai dan lengah. Terus pertahankan kualitas pelayanan dan produk yang kamu tawarkan. Lebih baik lagi kalau kamu bisa meningkatkan kualitas dan bukan hanya mempertahankannya saja.

Demikianlah beberapa tips yang bisa kami bagikan. Yuk, mulailah berbisnis dan ciptakanlah lapangan kerja bagi yang membutuhkan. Satu saran lagi, jadilah pemimpin yang bijak dan bisa mengayomi karyawannya. Jangan lupa juga untuk selalu berlangganan blog kami dan juga mengunjungi website iSeller untuk informasi lebih banyak mengenai sistem POS. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!