6 Benefit Bisnis Omni-Channel

Setelah kemarin ini kita membahas tentang apa itu bisnis omni-channel, sekarang saatnya kita bahas apa sih benefit-benefitnya? Kenapa kamu harus adaptasi bisnis kamu jadi omni-channel? Yuk, pelajari!

1. Bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan

Sekarang bayangkan, ada pelanggan yang suka belanja offline. Lalu ada pelanggan yang justru malas keluar rumah dan memilih untuk belanja online. Ada juga, pelanggan yang justru suka dua-duanya, jadi dia terkadang beli online, terkadang offline, terkadang dia ngecek online terus beli di offline, terkadang dia beli online untuk diambil offline. Ada loh pelanggan yang seleranya seperti itu. Kalau kamu cuma berjualan offline saja atau online saja, jumlah pelanggan yang bisa kamu dapatkan itu terbatas. Tapi, kalau kamu menyediakan kedua channel bersamaan, apalagi kalau mendukung O2O, kamu bisa menarik semua jenis pelanggan tersebut.

2. Meningkatkan kepuasan pelanggan

Dengan memberikan berbagai pilihan channel yang pelanggan inginkan, kamu juga akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Gimana tidak puas? Pelanggan mau beli offline, bisa. Mau beli online, bisa. Mau beli online ambil di offline, bisa. Jadi pelanggan itu bisa bebas pilih channel yang mereka mau. Apalagi jika proses berbelanjanya mudah, cepat dan tidak ribet. Pelanggan akan merasa nyaman untuk belanja di channel kamu. Untuk kenyamanan ini, tidak cuma berlaku untuk toko offline saja loh tapi juga toko online atau channel marketplace kamu. Kalau kamu punya alur belanja yang jelas, pelanggan tidak akan kebingungan dalam melakukan pembelian dan tentunya akan membantu meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. Meningkatkan kesetiaan pelanggan

Apa yang akan terjadi jika pelanggan puas terhadap toko kamu? Dengan meningkatkan kepuasan pelanggan, pelanggan akan setia terhadap toko atau brand kamu. Terutama kalau mereka juga jatuh cinta sama produk kamu, kecil banget kemungkinan mereka bakal pindah ke toko lain kecuali jika ada kendala teknis seperti produk yang kamu jual habis. Tapi mereka akan selalu memprioritaskan toko kamu, karena memang mereka sudah puas berbelanja disana.

4. Jangkauan promosi lebih luas

Kalau kamu hanya berjualan offline saja, kamu membatasi kemungkinan orang-orang menemukan toko kamu. Maksudnya menemukan toko kamu disini itu, orang-orang yang mengetahui keberadaan toko kamu itu karena mereka melihat langsung dan bukan dari promosi. Nah, begitupun kalau kamu hanya berjualan online saja. Orang-orang hanya bisa menemukan toko kamu secara online saja. Tapi, kalau toko kamu ada di kedua channel, akan semakin banyak orang yang bisa menemukan toko kamu karena toko kamu ada di kedua channel. Dengan begitu, jangkauan promosi toko kamu jadi lebih luas.

5. Meningkatkan penjualan

Pastinya dong. Kamu bisa anggap channel itu sebagai cabang toko kamu, atau cabang penjualan. Penjualan yang cuma bergantung pada 1 channel dibandingkan penjualan dari beberapa channel pastinya akan beda. Penjualan kamu bisa meningkat berkali-kali lipat tergantung gimana kamu mengembangkan channel penjualan kamu. Kalau kamu punya 3-4 channel dan semuanya sukses, bisa dibilang penjualan kamu juga meningkat 3-4x lipat atau bahkan lebih!

6. Pengelolaan anti-ribet

Banyak orang yang berpikir bahwa mengelola bisnis omni-channel itu pasti akan ribet dan makan waktu. Salah, justru kalau kamu tahu cara mengelola bisnis omni-channel kamu dengan efisien, sebenarnya gampang banget! Kamu tinggal gunakan platform bisnis omni-channel seperti iSeller. Jadi, kamu tidak perlu lagi pusing-pusing menyamakan data produk setiap channel atau menambahkan produk satu per satu. Kamu cuma tinggal menambahkan produk sekali aja dan akan terhubung ke semua channel, mau online, offline ataupun marketplace. Selain itu, kamu juga bisa mengelola penjualan dan stok produknya dalam 1 sistem loh. Jadi, sudah serba mudah!

Mantap kan benefit model bisnis omni-channel ini? Sekarang zaman sudah mulai berubah, jadi kamu juga harus beradaptasi supaya bisnis kamu tidak ketinggalan zaman. Kalau kamu mau tau lebih lanjut tentang platform bisnis omni-channel iSeller, tinggal kunjungi aja website kami atau cobain langsung! Jangan lupa untuk berlangganan blog kami untuk berbagai tips dan info bisnis lainnya. See you!

Apa sih bisnis omni-channel itu? Pelajari model bisnis zaman now!

Pernah denger ga sih tentang bisnis omni-channel? Sekarang ini lagi semakin populer terutama dengan adanya pandemi Covid19, dimana bisnis konvensional terpaksa harus beradaptasi untuk survive di masa pandemi ini. Tapi sebenarnya seperti apa sih bisnis omni-channel ini? Yuk, pelajari bersama!

Bisnis yang Memanfaatkan Berbagai Channel Jualan

Bisnis omni-channel itu, seperti namanya, adalah bisnis yang menggunakan berbagai channel jualan dalam 1 ekosistem bisnis. Contohnya seperti ini. Kamu punya bisnis dengan brand A yang berjualan secara offline (toko fisik) seperti misalnya di mall-mall. Tapi, kamu juga jualan produk yang sama dengan brand yang sama secara online juga dengan menggunakan website. Kamu juga ada berjualan di marketplace juga yang semuanya kamu kelola sendiri. Jadi bisa dibilang, brand A yang kamu kelola itu dijual di toko offline, online, dan marketplace, tapi semuanya dibawah naungan kamu. Yang berarti, walaupun channel penjualannya ada bermacam-macam tapi tetap dalam 1 brand dan 1 manajemen bisnis.

Apa sih yang bikin model bisnis ini populer?

Karena benefitnya banyak banget. Ga cuma untuk sisi customer, tapi juga sisi penjual. Berdasarkan study dari Harvard, sekarang ini semakin banyak customer yang memilih untuk berbelanja secara multi-channel, yang berarti banyak yang menggunakan channel online dan offline untuk berbelanja. Banyak juga yang melihat-lihat dulu informasi produk secara online sebelum memutuskan beli secara offline. Terutama di masa pandemi seperti ini, banyak customer yang mulai mengadaptasi habit berbelanja secara online, bisa itu di antar atau di ambil langsung ke store fisik. Karena habit berbelanja yang sudah berubah, pebisnispun harus bisa beradaptasi dengan menyediakan channel penjualan lain yang bisa diakses oleh pelanggan. Dengan begitu, pebisnis tidak akan kehilangan konsumennya.

Solusi untuk mengelola bisnis omni-channel secara efisien

Karena memang modelnya yang omni-channel, memang terkesan ribet untuk mengelolanya secara bersamaan. Karena kamu ga cuma harus mengelola penjualan yang terjadi di setiap channel, tapi kamu juga harus mengelola produk dan inventaris di setiap channel kamu dan menggabungkannya dalam 1 sistem manajemen bisnis. Terutama jika kamu mau melihat performa bisnis kamu secara keseluruhan, kamu harus punya cara untuk menggabungkan semua manajemen setiap channel jadi satu.

Nah, tentunya itu bakal ribet banget kalau kamu masih mengadaptasi sistem manajemen manual di bisnis kamu. Jika kamu sudah pakai sistem digital pun, jika sistem digital yang kamu gunakan di setiap channel itu berbeda-beda, pasti akan pusing juga menyocokkan dan menggabungkan setiap laporan yang ada. Solusinya apa sih? Kamu bisa menggunakan platform atau sistem bisnis digital omni-channel seperti iSeller.

Bagaimana platform bisnis omni-channel iSeller bisa membantu?

Dengan menggunakan platform bisnis omni-channel seperti iSeller, kamu bisa mengelola seluruh data produk, harga, inventaris serta penjualan di setiap channel kamu hanya dalam 1 sistem digital aja. Kamu bahkan bisa juga melihat setiap laporan penjualan hinggal laporan laba rugi di setiap channel kamu, maupun gabungan semua channel dalam 1 laporan sekaligus. Tidak hanya itu, setiap ada penjualan di channel apapun, data stok produk yang tercatat dalam sistem akan terpotong secara otomatis jadi kamu ga perlu pusing-pusing menyamakan data secara manual lagi.

Jadi, tertarik bangun bisnis omni-channel atau mengadaptasi bisnis konvensional kamu jadi omni-channel? Ga usah pusing-pusing lagi mikirin manajemennya karena #SahabatJualan kamu disini akan byat semuanya jadi gampang! Untuk info lebih lengkapnya, bisa kunjungi website kami yaaa. Jangan lupa berlangganan blog kami untuk info-info bisnis lainnya. See you!

See Our Amazing Journey in 2020

Akhirnya kita sudah memasuki tahun 2021. Tidak bisa dipungkiri, tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi kita semua. Dengan adanya pandemi Covid19 yang berdampak tidak hanya bagi kesehatan, namun juga di sisi bisnis dan perekonomian bangsa. Namun, di tengah tantangan yang ada, selalu ada hal positif yang mengikuti. Seperti cerita kami, tentang perjalanan iSeller yang luar biasa di tahun 2020 ini.

Starting the year with a super fun company gathering!

Pada awal tahun 2020, iSeller mengadakan company gathering yang tidak hanya super fun, tapi juga kental kekeluargaan. Kami sangat bersyukur karena setidaknya masih diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama, bersenang-senang sejenak di awal tahun 2020 ini sebelum merebaknya pandemi Covid19.

The release of iSeller v.2, we are just getting started!

Pandemi Covid19 yang akhirnya merebak di Indonesia, tidak membuat kami mundur. Justru kami meluncurkan iSeller v.2 dengan aplikasi yang jauh lebih ringan, kemampuan untuk memproses lebih dari 3.000 transaksi dalam semenit serta stabilitas yang tidak main-main! Dan ini hanyalah permulaan dari cerita kami di tahun 2020.

Pioneering a total solution to fight against Covid19, iSeller F&B Online Ordering

Tidak mau kalah dari Covid19, kami meluncurkan solusi total bagi bisnis F&B untuk tetap bertahan di tengah masa pandemi ini. Dengan menawarkan sistem eMenu, kami ingin mengedepankan contactless ordering untuk mengurangi resiko penyebaran Covid19 di restoran-restoran atau cafe. Dengan begitu, bisnis F&B tetap bisa menjalankan bisnisnya secara digital dan online, customer pun akan lebih aman dalam bertansaksi.

Got series A+ funding from Mandiri Capital Indonesia

Yes! Justru di tengah pandemi Covid19 ini, kami justru mendapatkan pendanaan luar biasa dari salah satu perusahaan modal ventura terbesar di Indonesia, Mandiri Capital Indonesia (MCI) serta partisipasi dari Openspace Ventures. Selain memberikan pendanaan, Mandiri juga menjalin kerjasama strategis dengan iSeller, salah satunya adalah integrasi antara sistem iSeller dengan EDC Mandiri.

Powerful integration with GrabFood and Marketplace

Kami berhenti sampai disitu? Tentu saja tidak! Kami justru semakin gencar menciptakan solusi bagi setiap bisnis dengan meluncurkan integrasi dengan GrabFood dan marketplace. Dengan begitu, iSeller semakin mendukung setiap bisnis untuk berjualan di channel apapun, mulai dari offline, online, marketplace, GrabFood hingga social media.

Holding and supporting various event throughout the year

Kami bersyukur karena masih bisa mengadakan dan mendukung berbagai event di tahun 2020 ini. Mulai event offline iSeller Merchant Gathering yang berlangsung dengan sukses, hingga mendukung beberapa event dari merchant dan partner seperti event IFBC 2020 bersama Bobabits dan Christmas Market di bulan Desember 2020. Look forward to more events in 2021!

Lihat kan? Walaupun 2020 penuh tantangan, tapi banyak sekali hal yang bisa kita syukuri. There will always be a silver lining. Bagaimanapun, sekarang saatnya kita mengucapkan selamat tinggal kepada tahun 2020, dan saatnya menyambut tahun yang baru dengan senyuman di wajah. Jangan pesimis, tetap semangat karena tahun 2021 akan menjadi tahun sejuta harapan! Cheers!

6 Tren Bisnis Makanan yang Bisa Kamu Coba

Bisnis kuliner itu tidak akan pernah mati. Orang akan selalu butuh makan, terutama di zaman sekarang dimana masyarakat sibuk bekerja sehingga banyak yang memilih membeli makanan karena praktis. Selain itu, selalu aja ada inovasi-inovasi makanan atau minuman terbaru yang menjadi tren. Kalau kamu tertarik membangun bisnis kuliner, nih coba 6 bisnis makanan yang sedang tren saat ini!

1. Variasi olahan salted-egg

Olahan salted-egg atau telur asin belakangan ini lagi ngetren banget, tidak hanya karena rasanya enak, telur asin bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan. Mulai dari keripik, hingga hidangan dengan saus telur asin. Salah satu yang bisa kamu coba adalah ayam goreng telur asin. Selain banyak peminatnya, cara buatnya juga mudah kok. Kamu bisa coba berbagai resep ayam goreng telur asin dari Cookpad, atau bisa kamu variasikan sendiri juga loh.

2. Mie kekinian

Siapa sih yang tidak tahu olahan mie instan kekinian yang semakin kesini justru semakin menarik dan kreatif? Mie instan carbonara, mie instan bumbu geprek, mie instan mozzarella, mie instant telur asin, dan masih banyak lagi. Kamu bisa kreasikan ide-ide gila kamu dalam mengolah mie instant. Siapa tau kan kamu ketemu resep olahan baru dan booming? Kamu juga bisa modifikasi dari resep-resep yang sudah ada sekarang ini loh, seperti salah satu resep mie instan carbonara ini!

3. Makaroni berbagai rasa

Makaroni merupakan cemilan lezat yang bisa diolah jadi berbagai hidangan unik, seperti makaroni basah maupun makaroni kering dengan bumbu bubuk berbagai rasa. Selain banyak peminatnya, bahan-bahan yang digunakan tidak terlalu mahal dan gampang ditemui. Ini potensial banget untuk kamu yang ingin menjalankan bisnis kuliner yang tidak terlalu ribet. Untuk kamu yang sedang mencari bumbu bubuk, kamu bisa mengunjungi BUMBUTABUR untuk menemukan bumbu berbagai rasa. Selanjutnya semua bergantung pada kreatifitas kamu dalam menciptakan rasa dari pencampuran bumbu yang pas!

4. Sate taichan

Sate memang sudah lama ada di Indonesia, tapi variasi sate yang satu ini memang baru ngetren beberapa tahun belakangan ini. Bumbu yang digunakan berbeda dengan bumbu sate biasa yang menggunakan kacang dan kecap, sate taichan ini justru menggunakan bumbu cabai sehingga rasa yang dihasilkan gurih dan pedas. Ternyata banyak banget yang suka loh dengan variasi kali ini, sehingga ini bisa jadi salah satu ide bisnis kuliner yang cukup menjanjikan.

5. Healthy food

Healthy food semakin booming terutama selama masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Orang berbondong-bondong ingin menjalani gaya hidup sehat termasuk dari makanan yang dikonsumsi. Makanan yang mengandung sayur dan buah kaya vitamin terutama, seperti salad, sangat diminati belakangan ini. Kamu bisa banget coba mulai bisnis kuliner dengan menjual healthy food seperti ini. Untuk yang sedang mencari sayur dan buah-buahan segar untuk diolah, bisa kunjungi website ABOVE aja. Selain menjual sayur dan buah berkualitas, pemesanannya juga sangat mudah karena sudah didukung iSeller Online Store!

6. All-You-Can-Eat BBQ

Sekarang ini All-You-Can-Eat (AYCE) BBQ bertebaran dimana-mana. Peminatnya beragam, mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa hingga pelajar. Bisnis ini cukup potensial karena pelanggan membayar harga fix yang cukup mahal untuk menikmati hidangan daging sepuasnya, yang mereka masak sendiri. Cukup menguntungkan karena sebenarnya jika dihitung, rata-rata jumlah yang pelangganb bisa konsumsi dengan harga yang dibayarkan tidak sebanding, dimana pelanggan membayar relatif lebih mahal. Belum lagi kamu bisa menetapkan limit waktu makan, dan kamu bahkan hanya perlu menyediakan bahan mentah tanpa harus memasak. Walaupun begitu, peminatnya masih saja banyak, karena mereka biasanya ingin mendapatkan pengalaman makan puas tanpa harus memikirkan harga. Bisnis ini bisa banget kamu coba loh, terutama jika target pasar kamu adalah menengah keatas.

Yup, 6 bisnis kuliner di atas memang sedang ngetren belakangan ini, tapi tidak menutup kemungkinan juga kamu bisa menciptakan tren sendiri dari kreatifitas kamu! Jadi, stay creative yaa, sahabat iSeller, juga jangan takut untuk melangkah bangun bisnis kuliner kamu sendiri. Kamu bisa gunakan sistem iSeller loh untuk mempermudah penjualan kamu karena iSeller sudah mendukung berbagai jenis bisnis mulai dari offline, online maupun keduanya. Yuk, kunjungi website kami untuk pelajari lebih lanjut. Jangan lupa juga berlangganan di blog kami yaaa. See you in our next post!

4 Tips Mengelola Keuangan Bisnis dengan Lebih Mudah

Salah satu aspek terpenting dalam bisnis adalah pengelolaan keuangan. Jika kamu tidak bisa mengelola keuangan bisnis dengan baik, atau jika pengelolaan keuangan bisnis kamu berantakan, maka bisnis kamu akan sulit berkembang. Mengelola keuangan tidak seribet yang kamu bayangkan kok. Kali ini #SahabatJualan kamu mau membagikan 4 tips untuk mengelola keuangan bisnis kamu dengan lebih mudah!

1. Buat rekening terpisah

Banyak orang yang kebingungan mengatur keuangan bisnisnya karena tidak memisahkan antara rekening pribadi dengan rekening bisnis. Pendapatan dan pengeluaran jadi tercampur aduk dan sulit untuk memantau situasi keuangan bisnis secara keseluruhan. Jika kamu masih memiliki rekening gabungan, pisahkan sekarang dan buat rekening khusus bisnis kamu sendiri.

2. Pantau cashflow bisnis kamu

Salah satu cara menilai situasi keuangan bisnis secara keseluruhan adalah dengan memantau cashflow atau arus keluar masuk bisnis kamu. Dengan memantau cashflow bisnis kamu, kamu bisa melihat apakah ada kemacetan di keuangan perusahan kamu sehingga kamu bisa mengambil tindakan untuk memperbaikinya. Kamu juga bisa melihat jika ada peningkatan yang bisa mempengaruhi strategi bisnis selanjutnya.

3. Selalu pantau laporan laba-rugi

Selain memantau cashflow, kamu juga bisa membuat dan pantau laporan laba-rugi perusahaan kamu. Manfaatnya banyak, kamu bisa melihat kinerja perusahaan selama ini, kamu juga bisa memantau apakah perusahaan kamu mengalami untung atau justru rugi. Kamu juga jadi bisa lebih cepat mengidentifikasi adanya resiko yang dihadapi jika ada masalah di keuangan kamu. Dengan begitu, tidak akan terlalu terlambat untuk diperbaiki.

4. Gunakan sistem digital untuk mempermudah pengelolaan

Supaya kamu tidak perlu secara manual mengelola seluruh data transaksi dan penjualan, kamu bisa menggunakan sistem penjualan yang sudah terintegrasi dengan sistem akuntansi seperti iSeller. Dengan integrasi iSeller dengan platform akuntansi Accurate dan Jurnal, kamu bisa dengan sangat mudah mengelola keuangan secara digital.

Tidak seribet yang kamu bayangkan kan? Yang terpenting adalah tetap menjaga agar setidaknya perusahaan kamu tidak merugi secara konsisten. Untuk semakin mempermudah pengelolaan bisnis kamu, kamu bisa gabung jadi salah satu sahabat iSeller loh dengan mendaftarkan toko kamu di website kami. Jangan lupa yaa untuk berlangganan blog kami and see you in our next post!

Customer di Restoran Kamu Berkurang Saat Pandemi? Cek Tipsnya!

Di tengah pandemi Covid19 saat ini, banyak orang yang takut bepergian keluar rumah. Hal ini menyebabkan banyak bisnis restoran yang kehilangan customer hanya karena para customer tersebut takut terpapar virus Covid19 jika dine-in di restoran. Tapi, bukan berarti tidak ada solusi loh. Cek yuk, beberapa tips berikut ini!

1. Kurangi kontak fisik di restoran kamu dan terapkan social distancing

Salah satu cara penyebaran Covid19 adalah melalui kontak fisik dan interaksi yang langsung yang berdekatan. Bisa bermacam-macam mulai dari sentuhan fisik, mengobrol tanpa menggunakan masker, hingga menggunakan benda yang tersentuh orang lain. Lalu apa relevansinya dengan restoran kamu? Banyak, karena bagaimana pun tidak bisa dipungkiri bahwa restoran dan tempat makan adalah tempat paling beresiko dalam penyebaran Covid19. Bayangkan saja, kegiatan umumnya yang dilakukan di restoran. Lepas masker karena mau makan, mengobrol saat makan, membuka-buka buku menu yang sudah dipegang banyak orang, atau bahkan pembayaran menggunakan uang cash. Hal-hal ini lah yang membuat risiko penyebaran virus di restoran jadi lebih tinggi.

Yang harus kamu lakukan simple saja, kurangi kontak fisik di restoran kamu. Kita melawan sesuatu yang tidak terlihat mata, akan sulit kalau kamu ingin eliminasi total. Tapi setidaknya kamu bisa menerapkan social distancing untuk mengurangi risiko yang ada. Caranya bagaimana? Banyak. Kamu bisa terapkan batas pengunjung per meja, kamu bisa gunakan pembatas plastik, bahkan kamu bisa menggandeng teknologi digital untuk mempermudah proses pemesanan dan pembayaran. Dengan cara ini, pengunjung tidak akan terlalu takut lagi makan di restoran kamu!

2. Gunakan eMenu dan Pembayaran Digital

Salah satu teknologi digital yang lagi tren saat ini adalah menu digital atau eMenu. Dengan eMenu pelanggan kamu tidak perlu lagi membuka buku menu fisik untuk memesan makanan. Apalagi jika sistem eMenu yang kamu gunakan sudah mendukung sistem pemesanan dan pembayaran digital juga. Pelanggan kamu jadi tidak perlu lagi melakukan pemesanan manual dan pembayaran ke kasir sehingga sistem seperti ini sangat cocok sebagai solusi dine-in di restoran kamu!

3. Terapkan sistem pemesanan online dan delivery

Bagaimana jika kamu sudah menerapkan semua itu tapi pelanggan masih lebih memilih untuk tidak keluar rumah? Kamu bisa menerapkan sistem pemesanan online dan delivery loh, jadi pelanggan kamu tetap bisa menikmati makanan tanpa harus datang ke restoran kamu. Banyak penyedia sistem yang menawarkan sistem pemesanan online dan delivery saat ini, cuma kamu bisa take it to the next level dengan menggunakan sistem penjualan tersentralisasi yang bisa mengelola penjualan offline (dine-in) dan online bersamaan. Dengan begitu kamu tidak perlu menggunakan platform yang berbeda-beda untuk mengelola penjualan offline dan online kamu.

Nah, kalau kamu bingung cari dimana sih sistem yang bisa memberikan semua solusi tersebut, tidak perlu pusing-pusing lagi. iSeller F&B Online Ordering menawarkan semua yang kamu butuhkan dalam satu platform. Mulai dari sistem eMenu yang mendukung pemesanan dan pembayaran, hingga sistem pemesanan online dan delivery yang akan secara otomatis terintegrasi dengan iSeller POS. Menjalankan restoran kamu secara online dan offline bersamaan jadi sangat mudah! Buat kamu yang penasaran seperti apa sistem iSeller F&B Online Ordering ini secara lengkap bisa kunjungi website kami yaa. Jangan lupa berlangganan blog kamu untuk berbagai tips menarik lainnya. See you in our next post!

Customer Story – ABOVE, Inovasi Baru Bisnis Sayuran

Kalau kamu denger kata ‘jualan sayuran’ atau ‘beli sayur’ apa yang kira-kira ada di pikiran kamu? Rata-rata yang terbayang pasti adalah tukang sayur keliling, atau kios sayuran di pasar, atau toko dan supermarket yang ada di mall. Yep, memang rata-rata bisnis sayuran yang berjalan sekarang ini adalah bisnis offline. Tapi, Pak Reza, CEO dari ABOVE atau A Box of Vegetables berhasil membuktikan bahwa bisnis sayur juga bisa dijalankan secara online!

Peluang yang tercipta dari kondisi pandemi

Pandemi Covid-19 yang saat ini sedang menimpa seluruh dunia, banyak menimbulkan kerugian bagi para bisnis. Banyak bisnis yang mengalami penurunan pendapatan, bahkan banyak juga bisnis yang tutup. Namun, tidak sedikit juga pengusaha yang justru menemukan peluang bisnis di tengah kondisi seperti ini. Ya, Pak Reza adalah salah satunya.

Bermula dari gaya hidup masyarakat sekarang ini yang mengutamakan gaya hidup sehat di tengah pandemi, beliau ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membeli sayur dan buah-buahan segar tanpa harus keluar rumah sehingga mengurangi resiko penyebaran virus. Selain itu Pak Reza juga ingin memberikan platform berjualan produk hasil bumi Indonesia dari para petani sehingga tercetuslah ide berjualan sayur online ini.

Cara Baru Berjualan Sayur

Membangun bisnis sayuran online bukanlah sesuatu yang instan. Berawal dari penjualan konvensional melalui pesan WhatsApp, Pak Reza mulai mengembangkan bisnisnya sedikit demi sedikit hingga bisa berkembang seperti sekarang dimana ABOVE sudah memiliki website pemesanan sendiri serta juga bisa ditemui di berbagai platform eCommerce di Indonesia. Dalam membangun website online storenya sendiri pun Pak Reza memilih untuk mempercayakannya kepada iSeller, sehingga beliau tidak perlu lagi repot-repot membangun website dari nol.

Tips mengelola bisnis sayuran online

Mengelola bisnis online sayuran ini juga bukannya tanpa tantangan. Sayuran dan buah-buahan, seperti yang umum diketahui, tidak terlalu tahan lama. Namun, dengan management produk dan inventaris yang tepat, ABOVE bisa selalu menjamin bahwa produk yang dikirimnya merupakan produk segar. Hal ini tidak terlepas dari sistem penjualan digital yang digunakan ABOVE sendiri yaitu iSeller yang sudah memiliki fitur laporan penjualan dan sistem inventaris yang lengkap.

Dengan selalu memantau penjualan setiap harinya, Pak Reza jadi bisa mengetahui performa penjualan setiap produknya. Dari sana, terbentuklah strategi pengelolan inventaris, dimana supply produk yang sedang ‘high-demand’ akan diprioritaskan dan dipastikan untuk tidak berlebihan dalam supply produk. Ini sangat membantu ABOVE dalam mengelola produk-produknya.

ABOVE sudah membuktikan bahwa dengan platform penjualan dan manajemen yang tepat, bisnis sayuran bisa dijalankan secara online. Sekarang giliran kamu. Apa ide bisnis kamu? Kembangkan saja bersama #SahabatJualan kamu disini. Langsung saja yuk kunjungi website kami untuk melihat berbagai solusi bisnis yang iSeller tawarkan. Jangan lupa berlangganan blog kami, and see you in our next post!

4 Tips Mendapatkan Lebih Banyak Customer

Saat berjualan, siapa sih yang tidak suka punya banyak customer? Siapapun pasti mau, apalagi kalau customer kamu tidak cuma datang sekali-dua kali tapi langganan. Tapi, untuk mendapatkan customer lebih itu ada caranya loh. Kali ini #SahabatJualan mau bagi-bagi tips mendapatkan customer lebih. Apa saja sih? Yuk simak!

1. Berikan kualitas produk terbaik

Customer itu datang untuk apa sih? Untuk beli produk kamu tentunya. Jadi hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah kualitas produk kamu. Kalau produk kamu berkualitas, unik dan menarik, customer pasti akan jatuh cinta sama produk kamu. Dan customer yang sedang jatuh cinta ini, kemungkinan besar akan menceritakan betapa cintanya mereka sama produk kamu ini sehingga bisa menarik customer baru. Pastikan juga kualitas produk kamu terjaga yaa, jangan sampai ada customer yang tahu-tahu dapat produk cacat karena kesalahan produksi.

2. Tampilkan produk kamu secara apik

Selain kualitas produk, cara kamu menata dan menampilkan produk kamu itu juga penting banget untuk menarik customer baru. Dari mata turun ke hati, kalau customer kamu tertarik dengan produk kamu hanya dengan sekali lihat, kemungkinan besar customer akan cari tahu lebih banyak tentang produk dan toko kamu. Ini berlaku untuk toko offline maupun online loh. Kalau kamu punya toko offline, tata produk kamu dengan cantik, sehingga bisa menarik customer yang lewat di depan toko. Untuk toko online, berikan foto produk terbaik yang benar-benar menggambarkan value dari produk kamu.

3. Berikan banyak variasi produk

Customer itu tipenya ada bermacam-macam, kesukaannya pun bermacam-macam. Untuk mendapatkan lebih banyak customer, tentunya kamu harus menyediakan berbagai variasi produk untuk menyesuaikan selera customer yang bermacam-macam. Tentunya bukan tanpa konsep yang jelas, melainkan memberikan variasi yang tetap mengacu ke konsep masing-masing produk. Dengan begitu, jangkauan customer kamu jadi semakin luas karena semakin banyak orang yang bisa mendapatkan produk sesuai selera.

4. Gunakan sistem POS supaya transaksi semakin mudah

Pelayanan merupakan salah satu poin penting juga dalam menarik customer. Kalau toko kamu sudah dikenal dengan pelayanan yang baik, ramah, transaksi yang cepat dan anti-lelet, pasti semakin banyak customer yang senang belanja di toko kamu. Nah, kamu bisa menggunakan sistem kasir digital atau POS seperti iSeller untuk mempermudah proses transaksi di toko kamu. Dengan proses transaksi yang cepat, semakin banyak juga customer yang bisa kamu layani dalam waktu singkat dan akan semakin banyak juga customer yang datang belanja karena nyaman dengan pelayanan toko kamu.

Itu beberapa tips mendapatkan customer lebih yang bisa kamu terapkan. Tidak susah kan? Untuk kamu yang cari sistem POS terlengkap, termudah dan mendukung penjualan offline dan online bersamaan, cek website iSeller aja! Mulai permudah proses penjualan di toko kamu bersama #SahabatJualan kamu!

Tertarik Bangun Bisnis Foodcourt? Simak Tipsnya!

Bisnis foodcourt merupakan salah satu bisnis yang diminati belakangan ini, karena dengan pengelolaan yang tepat, bisnis ini dapat berkembang pesat. Walaupun saat ini sedang masa pandemi Covid-19, bukan berarti menutup kemungkinan kamu untuk membangun bisnis foodcourt kamu sendiri. Pelajari tips-tips dari #SahabatJualan kamu untuk membangun bisnis foodcourt yang oke!

1. Pilih lokasi yang bagus

Lokasi merupakan poin penting saat membangun bisnis foodcourt. Bisnis foodcourt ini identik dengan konsep makan dine-in sehingga usahakan untuk tidak memilih lokasi yang berada di zona merah. Tapi, kamu juga harus pastikan lokasi yang kamu pilih itu strategis dan mudah di jangkau. Justru faktor strategis ini lah yang lebih penting dari pada sekadar menghindari zona merah. Karena pastinya kamu mau bisnis foodcourt kamu ini bertahan bertahun-tahun bukan? Sementara pandemi ini hanya sementara dan diharapkan berakhir dalam waktu dekat. Jadi, memiliki lokasi yang strategis akan lebih membantu bisnis kamu dalam waktu lama.

2. Tentukan sistem yang tepat

Punya bisnis foodcourt berarti kamu menyewakan lokasi untuk berjualan kepada tenant-tenant. Nah, kamu harus tentukan sistem penyewaannya. Ada dua sistem yang umum digunakan. Pertama adalah sistem bagi hasil, yang kedua adalah sistem biaya sewa. Sistem bagi hasil itu biasanya didasarkan oleh penghasilan setiap tenant dengan persentase yang sudah disetujui. Misalnya 10% atau 20%. Penghasilan kamu akan berbeda-beda tergantung penjualan tenant tersebut. Semakin penjualan tenant tersebut bagus, semakin besar juga pendapatan kamu.

Kalau kamu kurang suka pendapatan yang berubah dan tidak pasti, kamu bisa menerapkan sistem biaya sewa. Kamu bisa mematok harga sewa per bulan atau per tahun yang disesuaikan oleh kebutuhan bisnis kamu. Dengan begitu kamu akan mendapatkan pendapatan pasti dari tenant kamu. Kedua sistem ini pastinya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, terapkan sistem yang memang cocok dengan bisnis kamu.

3. Buat foodcourt kamu senyaman mungkin

Selanjutnya kamu harus memastikan foodcourt kamu itu nyaman. Pastikan tidak berantakan, apalagi kotor. Juga jangan sampai foodcourt kamu itu panas, gunakan air conditioner jika diperlukan. Jangan sampai berbau tidak sedap juga. Jika kamu menggunakan musik, jangan terlalu bising sehingga membuat pengunjung susah mengobrol. Intinya, buat pengunjung senyaman mungkin. Dengarkan juga yaa jika ada feedback dari pengunjung.

4. Berikan program dan fasilitas menarik

Salah satu cara menarik pengunjung untuk makan di foodcourt kamu adalah dengan memberikan program dan fasilitas menarik seperti live music, karaoke bar, atau fasilitas main anak-anak. Dekorasi yang menarik juga akan menarik pengunjung loh, bahkan mereka bisa berfoto-foto yang di share ke social media. Ini tentunya merupakan exposure tambahan untuk bisnis kamu bukan?

5. Gunakan sistem digital

Supaya pengelolaan foodcourt kamu semakin mudah, kamu bisa menggunakan sistem digital yang sudah mencakup sistem penjualan dan manajemen tenant seperti salah satunya iSeller. Dengan POS iSeller, tenant-tenant kamu dapat berjualan dengan lebih mudah dan semua data transaksi bisa kamu pantau secara sentralisasi. Ini bakal membantu banget buat kamu yang ingin menggunakan sistem bagi hasil. Ga perlu pusing lagi deh mengelola penjualan tenant-tenant kamu!

6. Sediakan sistem pemesanan online

Selama masa pandemi Covid-19 ini, bakalan bagus banget kalau foodcourt kamu bisa menyediakan sistem pemesanan online, dimana pelanggan bisa pesan makanan dari tenant-tenant yang ada di foodcourt kamu dalam 1 website. Nah, kamu bisa coba iSeller F&B Online Ordering yang sudah mendukung fitur multi-tenant. Pelanggan bisa pesan dan bayar dari rumah, langsung dari handphone masing-masing. Makanannya? Bisa diantar loh karena iSeller sudah terintegrasi dengan berbagai kurir pengiriman.

Asik kan, menjalankan bisnis foodcourt ini? Jangan ragu-ragu lagi, kalau kamu memang punya passion di bidang bisnis kuliner, bisa langsung coba konsep foodcourt ini loh! Butuh sistem yang tepat? Tenang saja, #SahabatJualan kamu siap membantu. Nah, jangan lupa untuk mengunjungi website kami untuk tahu lebih lanjut tentang fitur-fitur iSeller. See you!

iSeller Top Features Q3 2020

Hai sahabat iSeller! Tidak kerasa ya kita sudah berada di akhir kuartal ke-3 tahun 2020 ini. Walaupun kita sekarang ini masih berada di tengah pandemi Covid-19, namun iSeller tidak menyerah dalam menciptakan inovasi terbaru yang pastinya akan membantu para pelaku usaha dalam mengatasi pandemi. Inovasi-inovasi apa saja sih yang kami luncurkan pada kuartal ke-3 tahun 2020 ini? Yuk, simak bersama!

1. Integrasi Terlengkap dengan GrabFood

Bayangkan asiknya jika kamu bisa menerima dan mengelola pesanan dari GrabFood langsung dari sistem POS kamu. Pastinya bakalan lebih simple dan pemantauan juga jadi lebih mudah dan terpusat. Nah, untuk PERTAMA kalinya di Indonesia, iSeller meluncurkan integrasi dengan GrabFood yang powerful banget karena tidak hanya bisa menerima pesanan, tapi kamu juga bisa mengelolanya bersama pesanan lainnya seperti take away dan dine-in hanya dalam 1 platform saja! Kamu bahkan bisa tambah dan modifikasi produk di GrabFood langsung dari sistem iSeller loh. Data produk dan penjualan pun akan langsung diproses secara terpusat oleh sistem sehingga kamu tidak perlu lagi repot-repot menyamakan data secara manual! Baca selengkapnya tentang integrasi terbaru ini di sini.

2. iSeller F&B Online Ordering untuk FoodCourt

Menjalankan bisnis foodcourt itu berbeda dari menjalankan bisnis restoran biasa. Kamu memiliki banyak tenant di bawah pengelolaan foodcourt kamu. Nah, di masa pandemi seperti ini, dimana kapasitas dine-in dibatasi, akan sangat membantu kalau foodcourt kamu bisa punya sistem pemesanan online dan delivery untuk seluruh tenant. Kabar baiknya, iSeller F&B Online Ordering sekarang sudah mendukung hal itu loh!

iSeller F&B Online Ordering sudah dukung fitur multi-tenant dimana kamu bisa daftarkan seluruh tenant di dalam foodcourt kamu ke dalam 1 sistem pemesanan online. Pelanggan kamu jadi bisa pesan produk apa saja dari tenant apa saja, langsung dari 1 website online-ordering foodcourt kamu. Bayarnya pun bisa pakai pembayaran digital loh. Gampang kan?

3. Multi-Outlet Delivery, Bisa Kirim dari Outlet Apapun!

Kalau kamu punya bisnis multi-outlet dan berniat untuk jualan online, kamu sekarang bisa memanfaatkan fitur multi-outlet delivery loh dari iSeller! Dengan fitur ini, pelanggan kamu jadi bisa memilih outlet pengiriman terdekat sehingga akan mengurangi biaya pengiriman. Selain itu, sistem ini juga akan secara otomatis merekomendasikan loh outlet terdekat untuk pelanggan kamu. Pemesanan online dan delivery jadi semakin mudah!

4. Integrasi iSeller POS dengan EDC Mandiri

iSeller tidak henti-hentinya memperluas opsi pembayaran untuk kamu dan pelanggan kamu. Kali ini, iSeller meluncurkan integrasi terbaru dengan mesin EDC Mandiri untuk semakin memudahkan kamu dalam menerima pembayaran kartu, seperti kartu kredit maupun debit. Seluruh pembayaran dari mesin EDC ini akan langsung tersinkronisasi ke sistem POS loh sehingga kamu bisa memprosesnya dengan sangat mudah. Proses checkout juga jadi serba gampang dan anti-ribet!

5. Kelola Promosi Jadi Semakin Mudah

Salah satu inovasi yang diluncurkan iSeller di Q3 ini adalah peningkatan pada fitur promosi. Kamu sekarang sudah bisa loh menerapkan promosi yang berbeda-beda pada setiap outlet. Sebagai contoh kamu punya outlet yang performanya kurang baik, kamu bisa loh menerapkan program promosi hanya untuk outlet tersebut. Selain itu, kamu sekarang juga bisa menerapkan promosi langsung ke seluruh pelanggan kamu dengan mudah.

Diharapkan dengan semua inovasi-inovasi terbaru ini, iSeller bisa semakin membantu para pengusaha dalam memajukan bisnisnya dengan lebih baik. Untuk kamu, sahabat iSeller, juga jangan menyerah akan situasi pandemi ini, karena semua pasti akan berlalu kok. Tetap semangat menjalani bisnis yaa. Oh ya, jangan lupa juga untuk selalu mengunjungi website kami untuk mempelajari lebih lanjut mengenai fitur-fitur kami. See you in our next article!